PEKANBARU|| Mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam program Fisip Berdampak untuk Negeri (FBN) Kelurahan Tampan mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan biopori bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Harum Manis. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.30 WIB ini bertempat di kebun KWT Harum Manis, RT 05/RW 02, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki.Selasa 14/7/26.
Acara dibuka oleh Ibu Rahmawati, selaku Ketua KWT Harum Manis. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik kegiatan ini sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik di wilayahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi yang disampaikan oleh mahasiswa FBN Tampan mengenai pentingnya biopori serta manfaatnya bagi lingkungan. Sesi sosialisasi tersebut juga menekankan keterkaitan biopori dengan aktivitas KWT, khususnya dalam pengelolaan sampah organik, pembuatan pupuk, dan peningkatan kesuburan tanah di kebun.
Praktik Pembuatan Biopori
Setelah pemaparan konsep, mahasiswa menjelaskan aspek teknis pembuatan biopori, mulai dari alat dan bahan yang digunakan, hingga cara kerjanya. Sebagai alternatif yang lebih hemat biaya, biopori dibuat menggunakan galon bekas Le Minerale yang bagian bawahnya dilubangi sebagai penutup, sementara badan galon diberi lubang-lubang kecil untuk mempercepat proses pembusukan sampah organik menjadi kompos. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa setelah sampah organik dimasukkan ke dalam lubang biopori, sampah tersebut perlu ditimbun dengan dua genggam tanah dan disiram air, idealnya menggunakan air cucian beras agar proses penguraian lebih optimal.
Diskusi Hangat di Sela Praktik Biopori
Sesi praktik dimulai dengan melubangi tanah sesuai ukuran galon yang digunakan. Selama proses penggalian berlangsung, sejumlah pertanyaan muncul dari ibu-ibu anggota KWT, di antaranya mengenai lama waktu yang dibutuhkan sampah organik untuk terurai, serta kemungkinan hasil kompos tersebut dimanfaatkan langsung untuk memupuk tanaman di kebun KWT. Antusiasme ibu-ibu KWT Harum Manis terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, menandakan minat yang tinggi terhadap penerapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana namun bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan KWT Harum Manis dapat terus menerapkan metode biopori secara mandiri, sehingga sampah organik dapat dikelola dengan lebih baik sekaligus mendukung kesuburan tanah di kebun mereka.


